Pada Sabtu, 29 Maret 2025, Ketua, Sekretaris Jenderal (Sekjen), dan Bendahara IPPNUDA periode 2016-2022 berkumpul di kediaman Ketua usai acara tahlilan. Momen tersebut menjadi kesempatan bagi mereka untuk berdiskusi mengenai keadaan organisasi IPPNUDA saat ini. Meski tak lagi aktif terlibat dalam kegiatan sehari-hari, ketiganya mengaku masih memikirkan kondisi dan permasalahan yang tengah dihadapi oleh organisasi tersebut.
Selama perbincangan yang berlangsung santai namun serius, mereka menyampaikan pandangan dan keprihatinan terhadap arah perkembangan IPPNUDA saat ini. Meskipun dalam beberapa waktu terakhir mereka tampak lebih jarang terlibat langsung dalam kegiatan-kegiatan organisasi, diskusi tersebut menunjukkan bahwa mereka tetap memiliki perhatian besar terhadap kelangsungan dan kemajuan IPPNUDA. Keprihatinan mereka mencakup beberapa isu internal yang harus segera ditangani untuk memastikan keberlanjutan dan relevansi IPPNUDA di masa depan.
Pemilihan Ketua IPPNUDA periode 2024-2026 yang berlangsung penuh semangat pada tahun itu mencuri perhatian banyak pihak. Diikuti oleh 12 kandidat yang sangat antusias, proses pemilihan ini tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat. Dengan dukungan penuh dari panitia yang bekerja keras dan tak kenal lelah, atmosfer pemilihan terasa sangat dinamis dan menggembirakan. Banyak yang berharap bahwa periode ini akan membawa gebrakan besar bagi IPPNUDA, membuka babak baru yang lebih cerah bagi organisasi.
Namun, seiring berjalannya waktu, masalah yang dihadapi IPPNUDA mulai menunjukkan pola yang tak kunjung usai. Meski harapan tinggi sempat menguat, problematika internal yang berulang kali muncul ternyata menjadi tantangan yang cukup berat. Setiap keputusan dan langkah yang diambil oleh kepengurusan, terutama oleh Ketua, terasa semakin berat dengan adanya masalah-masalah lama yang terus menghantui. Situasi ini membuat banyak pihak merasa cemas, karena jabatan Ketua yang seharusnya menjadi simbol kepemimpinan dan perubahan, justru terperangkap dalam dilema yang sama.
Mengingat suasana pemilihan Ketua IPPNUDA periode 2024-2026 yang penuh semangat, Sekjen mengungkapkan pandangan yang cukup menarik mengenai dinamika kepemimpinan organisasi. Menyebut 12 kandidat yang bersaing sebagai "12 manusia harimau", Sekjen menegaskan pentingnya sebuah kesepakatan bersama untuk memperkuat integritas dan komitmen mereka terhadap organisasi. Dalam langkah yang lebih konkret, para kandidat diharuskan untuk menandatangani pakta integritas, yang akan menjadi landasan moral dan etika dalam menjalankan peran mereka sebagai mesin penggerak IPPNUDA ke depan.
Sekjen juga memberikan pandangan yang berani terkait sistem kepemimpinan yang ada saat ini. Menurutnya, model kepemimpinan tunggal yang selama ini diterapkan sudah tidak lagi sesuai dengan kebutuhan organisasi yang semakin kompleks. Kepemimpinan tunggal, yang hanya mengandalkan satu sosok sebagai pusat pengambilan keputusan, dianggap tidak mampu menanggapi tantangan yang ada. Oleh karena itu, Sekjen menyarankan agar kepemimpinan beralih menuju bentuk kolektif, yakni presidium yang terdiri dari beberapa orang dengan keahlian dan tanggung jawab yang saling melengkapi. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan sinergi yang lebih baik antara para pemimpin, sekaligus memberikan ruang bagi setiap pengurus untuk lebih aktif berkontribusi dalam memajukan organisasi. Dengan perubahan ini, harapannya IPPNUDA akan menjadi lebih dinamis dan mampu menghadapi segala permasalahan dengan lebih efektif.
Menanggapi usulan Sekretaris Jenderal (Sekjen) mengenai perubahan sistem kepemimpinan di IPPNUDA, Bendahara memberikan pandangan penting terkait pembinaan berorganisasi di masa depan. Menurutnya, agar para kandidat yang disebut "12 manusia harimau" dapat menjalankan peran mereka dengan maksimal, mereka harus memanfaatkan setiap kesempatan yang ada, khususnya dalam memperingati hari-hari besar yang akan datang dalam satu tahun ke depan. Bendahara mengusulkan agar para kandidat terlibat aktif dalam penyusunan kepanitiaan untuk acara-acara tersebut. Keterlibatan langsung dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan kegiatan akan memberikan mereka pengalaman berharga dalam mengelola organisasi.
Bendahara juga menekankan pentingnya inovasi dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan. Dengan merancang program yang segar dan berbeda, IPPNUDA dapat memperkuat relevansi dan dampaknya di tengah masyarakat. Kegiatan yang sukses dan terorganisir dengan baik, kata Bendahara, akan menjadi barometer bagi acara serupa di tahun-tahun mendatang. Setelah dasar-dasar berorganisasi ini tercapai, maka IPPNUDA dapat mulai melihat lebih jauh ke depan, merancang visi dan misi yang lebih besar dalam berbagai bidang. Pendidikan, keagamaan, sosial kemasyarakatan, olahraga, ekonomi, dan budaya adalah sektor-sektor yang perlu menjadi fokus.
Ketua sependapat dengan pandangan Bendahara terkait pentingnya pembinaan berorganisasi melalui keterlibatan aktif dalam peringatan hari-hari besar. Namun, dalam diskusi tersebut, Ketua menegaskan bahwa ada satu hal yang tidak boleh dilupakan oleh kepengurusan saat ini, yakni pembangunan kantor IPPNUDA. Selama beberapa periode sebelumnya, impian untuk memiliki kantor organisasi yang dapat digunakan secara permanen selalu tertunda atau bahkan ditolak. Namun, periode kepemimpinan kali ini mendapat keistimewaan dan kepercayaan untuk mewujudkan cita-cita tersebut.
Menurut Ketua, keberhasilan kepengurusan saat ini tidak hanya diukur dari keberhasilan menggelar acara-acara seremonial dalam memperingati hari besar, tetapi juga dari pencapaian besar dalam menyelesaikan pembangunan kantor yang sudah lama menjadi harapan. Pembangunan kantor ini bukan hanya menjadi simbol keberhasilan, tetapi juga akan menjadi warisan bagi periode-periode selanjutnya, memberikan ruang yang lebih baik untuk kegiatan organisasi di masa depan.
Namun, Ketua juga menekankan bahwa tidak semua anggota dan pengurus bisa terlibat langsung dalam proses pembangunan kantor tersebut. Oleh karena itu, "12 manusia harimau" yang telah disepakati sebelumnya sebagai kandidat pemimpin diharapkan dapat sepakat untuk membentuk panitia pembangunan. Sebagai panitia yang bertanggung jawab, mereka akan memastikan bahwa pembangunan kantor ini berjalan lancar dan sesuai dengan rencana, sehingga nantinya dapat digunakan dengan baik oleh pengurus dan anggota di periode yang akan datang. Keberhasilan proyek ini akan menjadi pencapaian monumental bagi IPPNUDA dan menjadi bukti nyata dari kapasitas kepemimpinan periode saat ini..
Namun Ketua mengungkapkan keraguan mengenai kemampuan para kandidat yang telah terpilih untuk mengatasi tantangan besar yang ada, terutama dalam menyelesaikan konflik internal yang terjadi di antara pengurus. Menurutnya, meskipun ada semangat yang tinggi untuk menjalankan program-program organisasi, tantangan terbesar adalah bagaimana memastikan bahwa semua pihak dalam pengurus dapat bekerja sama, mengatasi perbedaan, dan menjaga agar program berjalan sesuai dengan rencana. Ketua menyadari bahwa tanpa adanya sinergi yang baik antara semua pihak, keberhasilan pembangunan kantor dan program-program lainnya akan sulit tercapai.
Menanggapi hal tersebut, Sekjen mengusulkan solusi yang dapat memperkuat struktur organisasi. Ia menekankan pentingnya dukungan dari badan legislatif IPPNUDA, seperti Badan Pertimbangan, Dewan Pembina, dan Dewan Penasehat, yang telah diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD ART) organisasi. hal ini pernah di dorong di tahun terakhir periode 2016-2022. Sayangnya, selama ini badan legislatif ini hanya ada sebagai nama tanpa pernah difungsikan secara maksimal. Hal ini disebabkan karena tidak ada permintaan resmi atau inisiatif dari badan eksekutif untuk mengaktifkan peran mereka.
Bendahara menegaskan bahwa jika badan eksekutif bersedia menerima nasihat, bimbingan, serta pengawasan dari badan legislatif, maka kami siap untuk berperan aktif. "Kami siap menjadi badan legislatif yang tidak hanya berfungsi sebagai nama, tetapi benar-benar terlibat dalam proses penyelesaian konflik internal dan membantu pengurus untuk menjalankan program dengan lancar," ujarnya. Dengan adanya sinergi antara badan eksekutif dan legislatif, diharapkan semua permasalahan yang ada dapat diselesaikan secara konstruktif, sehingga IPPNUDA bisa bergerak maju dan mencapai tujuannya, termasuk mewujudkan pembangunan kantor yang telah lama dinanti-nantikan.
Baca Juga : Struktur presidium dan struktur panitia pembangunan kantor.