Harlah IPPNUDA: Berakar di Pesantren, Berbuah di Masyarakat 

Cikal bakal berdirinya IPPNUDA tidak terlepas dari gerakan kepemudaan pesantren yang telah dimulai sejak tahun 1984. Pada tahun tersebut, K. Khaerudin mendirikan sebuah organisasi kepemudaan bernama Ikatan Pemuda Pesantren (IPPES). Menurut penuturan K. Mukhsin Mukhasin yang disampaikan dalam acara Peringatan Maulid dan Coffee Night bersama IPPNUDA pada tahun 2021, tujuan utama hadirnya IPPES adalah untuk menjadi wadah pembinaan bagi para pemuda agar senantiasa berada dalam orbit tradisi pesantren, yaitu semangat mengaji, menuntut ilmu agama, dan membentuk akhlakul karimah.

Pada masa yang sama, lembaga pendidikan formal turut berkembang di lingkungan pesantren. Madrasah Tsanawiyah berdiri pada tahun 1984, kemudian menyusul Madrasah Aliyah pada tahun 1986. Perkembangan lembaga pendidikan ini membuat kebutuhan wadah bagi para pelajar semakin kuat. Maka pada tahun 1987 berdirilah organisasi pelajar bernama Himpunan Pelajar Islam Asy-Syahadatain Munjul (HPIAM), yang fokus utamanya juga berada pada kegiatan pengajian serta pembinaan wawasan keagamaan.

Seiring berjalannya waktu, baik IPPES maupun HPIAM tidak hanya bergerak dalam ruang kajian dan pendidikan, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial serta pengabdian kepada masyarakat. Aktivitas ini menjadikan kedua organisasi semakin dekat satu sama lain dalam gerakan, visi, dan arah pembinaan. Hingga akhirnya pada tanggal 4 Februari 1991, kedua organisasi tersebut melebur menjadi satu dengan nama Ikatan Pemuda Pelajar Nurul Huda (IPPNUDA). Ketua pertama organisasi ini adalah Samsudin Idrus. Salah satu bukti nyata bahwa organisasi baru ini telah memiliki konsep pengabdian masyarakat adalah adanya kerenda berwarna biru yang sampai saat ini masih ada sebagai kepentingan sosial warga, menjadi saksi bukti kiprah dan khidmat organisasi.

Memasuki tahun 2006, IPPNUDA mengalami fase kebangkitan yang sangat penting. Saat itu pengurus yang baru menjabat menginisiasi peringatan hari lahir (Harlah) IPPNUDA dalam bentuk perlombaan-perlombaan keagamaan yang kemudian dilanjutkan dengan malam puncak acara. Kegiatan ini menjadi titik balik yang menghidupkan kembali semangat dan kebanggaan dalam berorganisasi setelah sempat mengalami masa redup karena berbagai tantangan internal dan eksternal. Kemeriahan dan keberhasilan acara tersebut membuka kembali ruang kepercayaan diri kolektif bahwa IPPNUDA masih memiliki energi, masa depan, dan peran penting bagi masyarakat.